Sabtu, 28 November 2009

PROFIL : SUNGAI DURI

Sungai Duri berasal dari nama sungai yang mengalir di di desa ini.


Di sepanjang sungai ini banyak tumbuh pohon Pudak dan Natau yang daunnya berduri mirip pohon nanas yang panjangnya bisa puluhan meter. Masyarakat desa ini memanfaatkan daun tersebut untuk membuat tikar. Sedangkan buahnya yang mirip kelapa sawit sering dikonsumsi anak-anak disepanjang sungai tersebut.


Sungai Duri juga di kenal dengan nama Pak Pu Jan (Pak Bu Jan) bagi masyarakat Tionghoa. Menurut Phak Moi (seorang warga tua di Sungai Duri) bahwa nama tersebut kemungkinan berasal dari Fu Jan, seorang imigran dari Cina daratan yang merantau dan membuka desa ini. Masyakat disini meyakini kalau Fu Jan adalah orang pertama yang memasuki wilayah ini.

Fu Jan melihat bahwa desa ini mempunyai prospek ekonomi yang bagus sehingga ia berniat mengembangkannya. Mulailah dia membuka dagang toko sembako yang kemudian menarik warga lain untuk datang dan tinggal di desa ini. Dengan semakin banyaknya warga lain menetap disini, usaha Fu Jan berkembang pesat. Dengan kondisi ekonomi yang mencukupi, namun Fu Jan tetap hidup membujang.

Karena terus membujang, lama kelamaan warga setempat memanggil Fu Jan dengan sebutan Pak Bujang. Misalnya:
"Mau Kemana?"
"Mau ke Pak Bujang"
"Dari mana?"
"Dari warung Pak Bujang"
dsb.

Sampai sekarang untuk menghormati Fu Jan, masyarakat Tionghoa setempat menyebut desa Sungai Duri dengan Pak Bu Jan.


Kini, desa yang dibuka oleh Fu Jan telah menjadi desa yang cantik, bersih, sejuk, nyaman dan memiliki perangkat pemerintahan yang lengkap. Sarana sekolah, sarana transportasi dan jalan, sarana olahraga, sarana ibadah, puskesmas tersedia untuk melayani masyarakat setempat. Desa seluas 32.000 Ha ini kini dihuni oleh 8.473 penduduk dari berbagai suku (Tionghoa, Dayak, Melayu, Madura) dengan suasana yang harmonis.
Sungai Duri yang berjarak 91km dari Pontianak (ibukota provinsi Kalimantan Barat) inijuga adalah ibukota kecamatan Sungai Raya, dibawah Kabupaten Bengkayang.

Sumber: Info Kalimantan

Kamis, 26 November 2009

PENGUMUMAN KOSTUM GAPSEL

Teman teman anak GAPSEL Sungai Duri, diberitahukan untuk secepatnya membayarkan uang kostum kita. Mumpung masih banyak duitnya abis lebaran. Baiayanya sesuai kesepakatan sebesar Rp. 40.000,00. Dikumpulkan kepada Iwan atau Ridho. Berikut contoh kostum nya :


Senin, 23 November 2009

GAPSEL vs ABRASI

21 November 2009. Minggu pagi yang murung. Mendung dan rintik di sepanjang perjalanan menuju lokasi penanaman mangrove tidak menghalangi niat kami mengikuti kegiatan yang diprakarsai oleh SAKAWANA dan WWF Kalbar, dan melibatkan berbagai organisasi seperti Forum Fotografer Pontianak, dan tentunya tidak ketinggalan kami dongggggggggg sebagai penyuplai 1500 bibit Rhizophora Sp/pohon bakau, dan 500 batang Avicennia/Api-api .Y(^,^)Y.

Setibanya di Desa Karimunting yang menjadi lokasi penanaman, sudah menunggu tim dari WWF Kalbar dan Polairud yang sedang memindahkan bibit-bibit yang semalam kami bawa dari tempat pembibitan ke lokasi dengan susah payah. Demi kelancaran kegiatan, kami bekerja hingga pukul 23.30 malam. Namun melihat keramaian peserta kegiatan yang mulai berdatangan, semua penat yang melanda kami berangsur menghilang. Apalagi ketika rombongan dari Forum Fotografer Pontianak tiba di lokasi. Wuiihh keren cewek2 mahasiswa ckepppppppppp2 :P .

Setelah persiapan yang lumayan menyita waktu dan tenaga, akhirnya acara penanaman pun dimulai. Tim GAPSEL Sungai Duri ikut serta menanam dengan semangat. Gak tau karena banyak kamera yang menyorot, atau pengen dapat perhatian dari peserta cewek^^Y, yang jelas hari itu penuh dengan keceriaan dan kelucuan. Sungguh suatu pengalaman yang berharga buat kami sebagai organisasi pemula. Dan ternyata sangat membanggakan bisa bergabung dengan kelompok-kelompok yang jauh lebih senior dalam sebuah kegiatan.HIHI. Oh iya, tim GAPSEL juga diwawancarai oleh wartawan NBC Australia yang meliput acara itu lho. Senanggnyeee. Ndak sabar nunggu Acara Puncak penanaman Mangrove hari Kamis.