Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2009

SEJARAH DAN PROFIL GAPSEL

A. SEJARAH

Setelah mengalami kemajuan pesat sekitar tahun 1980an, perlahan tapi pasti Desa Sungai Duri mulai dikalahkan oleh perkembangan zaman dan semakin tertinggal dengan daerah-daerah sekitarnya. Puncaknya ketika abrasi akibat perambahan hutan melanda sebagian besar wilayah pesisir pantai yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat yang didominasi oleh nelayan tradisional. Garis pantai yang semula luas terkikis oleh keganasan gelombang Laut Cina Selatan hampir seluas 2 kilometer persegi hanya dalam tempo 2 dasawarsa. Akibatnya daerah yang menjadi pintu gerbang Kabupaten Bengkayang ini menjadi daerah tidak produktif dan banyak ditinggalkan oleh para penghuninya. Bahkan sudah menjadi kebiasaan remaja disana ketika beranjak dewasa harus meninggalkan tanah kelahirannya agar mempunyai peluang untuk merubah nasib keluarga. Pilihannya tidak jauh dari menjadi pedagang emas di Jakarta ataupun menjadi TKI di luar negri.

Berawal dari keprihatinan yang mendalam terhadap nasib desa tercinta itulah, pada tahun 1999, beberapa orang pemuda Sungai Duri berinisiatif membentuk sebuah komunitas yang mereka namakan Gabungan Anak Pantai Selatan (GAPSEL). Pada awal terbentuknya, komunitas GAPSEL terfokus di bidang olahraga. Hal itu dikarenakan dimasa itu olahraga khususnya bola voli dan sepakbola sangat populer di desa Sungai Duri. Namun seiring perkembangan zaman dan usia anggotanya, sinar GAPSEL sedikit-demi sedikit mulai memudar. Semangat yang dahulu berkobar kini semakin meredup. GAPSEL tenggelam bersama waktu.

Kini setelah 10 tahun berselang, generasi muda GAPSEL bangkit kembali. Bulan Agustus 2009 jadi momentum bersama GAPSEL untuk terlahir kembali. Dengan semangat dan tekad yang baru, GAPSEL bersungguh hati untuk terus berjuang melakukan yang terbaik di berbagai bidang untuk masyarakat dan daerah tercinta. Semoga cita-cita ini mendapat dukungan sepenuhnya oleh semua pihak dan ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin.


B. PROFIL

Nama Komunitas : GABUNGAN ANAK PANTAI SELATAN (GAPSEL)
Berdiri : 1999 dan 2009
Domisili : Sungai Duri
Sekretariat : Jln. Raya Baru Inpres Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Ketua Umum : Syaifullah Amin

Sabtu, 28 November 2009

PROFIL : SUNGAI DURI

Sungai Duri berasal dari nama sungai yang mengalir di di desa ini.


Di sepanjang sungai ini banyak tumbuh pohon Pudak dan Natau yang daunnya berduri mirip pohon nanas yang panjangnya bisa puluhan meter. Masyarakat desa ini memanfaatkan daun tersebut untuk membuat tikar. Sedangkan buahnya yang mirip kelapa sawit sering dikonsumsi anak-anak disepanjang sungai tersebut.


Sungai Duri juga di kenal dengan nama Pak Pu Jan (Pak Bu Jan) bagi masyarakat Tionghoa. Menurut Phak Moi (seorang warga tua di Sungai Duri) bahwa nama tersebut kemungkinan berasal dari Fu Jan, seorang imigran dari Cina daratan yang merantau dan membuka desa ini. Masyakat disini meyakini kalau Fu Jan adalah orang pertama yang memasuki wilayah ini.

Fu Jan melihat bahwa desa ini mempunyai prospek ekonomi yang bagus sehingga ia berniat mengembangkannya. Mulailah dia membuka dagang toko sembako yang kemudian menarik warga lain untuk datang dan tinggal di desa ini. Dengan semakin banyaknya warga lain menetap disini, usaha Fu Jan berkembang pesat. Dengan kondisi ekonomi yang mencukupi, namun Fu Jan tetap hidup membujang.

Karena terus membujang, lama kelamaan warga setempat memanggil Fu Jan dengan sebutan Pak Bujang. Misalnya:
"Mau Kemana?"
"Mau ke Pak Bujang"
"Dari mana?"
"Dari warung Pak Bujang"
dsb.

Sampai sekarang untuk menghormati Fu Jan, masyarakat Tionghoa setempat menyebut desa Sungai Duri dengan Pak Bu Jan.


Kini, desa yang dibuka oleh Fu Jan telah menjadi desa yang cantik, bersih, sejuk, nyaman dan memiliki perangkat pemerintahan yang lengkap. Sarana sekolah, sarana transportasi dan jalan, sarana olahraga, sarana ibadah, puskesmas tersedia untuk melayani masyarakat setempat. Desa seluas 32.000 Ha ini kini dihuni oleh 8.473 penduduk dari berbagai suku (Tionghoa, Dayak, Melayu, Madura) dengan suasana yang harmonis.
Sungai Duri yang berjarak 91km dari Pontianak (ibukota provinsi Kalimantan Barat) inijuga adalah ibukota kecamatan Sungai Raya, dibawah Kabupaten Bengkayang.

Sumber: Info Kalimantan